Loading
 
Senin, 23 Januari 2017

Beranda   » Artikel » Mengapa Budaya Mendongeng Perlu Dilestarikan?
5 Juni 2015 04:29

Mengapa Budaya Mendongeng Perlu Dilestarikan?

Oleh: Winta Hari Arsitowati, staf pengajar IWEC  

Mengapa Budaya Mendongeng Perlu Dilestarikan?

Ketika masih kanak-kanak, kita terbiasa mendengarkan orangtua bercerita mengenai dongeng-dongeng legendaris yang hingga kini masih terekam jelas di dalam otak. Dongeng Si Tudung Merah, Puteri Salju, atau Pinocchio adalah beberapa dongeng barat yang sudah tak asing pada masa kecil kita. Untuk versi cerita Indonesia, Kisah Bawang Merah dan Bawang Putih, Si Kancil, Ande-Ande Lumut, atau Keong Emas pastinya sudah familier di telinga kita.

Ya, bagi anak kecil, menyimak dongeng merupakan suatu kesenangan tersendiri, terlebih jika dongeng itu disuguhkan orangtua sebagai pengantar tidur.

Sayangnya, ketika dewasa, tak banyak orang yang melestarikan budaya mendongeng. Padahal mendongeng atau storytelling memberi manfaat yang sangat besar di masyarakat, sehingga kegiatan ini sangat perlu untuk dilestarikan. Apa saja manfaat yang didapatkan dari kebiasaan mendongeng?

1. Membangun Kedekatan dengan Anak

Kedekatan antara orangtua dan anak tak dapat terbangun begitu saja. Untuk itu, diperlukan komunikasi dan pendekatan yang intens agar si kecil mau terbuka dan mendiskusikan segala hal dengan orangtua. Cara yang dapat digunakan pun bermacam-macam. Kita bisa mengajak mereka melakukan suatu kegiatan bersama-sama, memancing si kecil untuk berdiskusi mengenai hal-hal yang ia sukai, atau dengan mendongeng.

Kisah-kisah kehidupan yang dituturkan lewat dongeng akan dengan mudah melekat di benak anak-anak. Lewat situ, kita dapat menghibur mereka, sekaligus menyampaikan nilai-nilai moral yang perlu dipelajari si kecil. Dari situ anak akan menemukan momen pembelajaran bersama yang menyenangkan, sehingga tercipta kenyamanan berkomunikasi dan kedekatan batin.

Tak hanya itu, faktanya, janin yang masih berusia lima bulan pun sudah dapat merespon ketika sang ayah-ibu membacakan dongeng, lho! Menurut penelitian, melalui pendekatan mendongeng, orang-orang Israel berusaha menstimulus janin dalam kandungan untuk merespon suara dari luar. Jika sedari dalam kandungan mereka sudah sering mendengar suara orangtuanya, tentu ikatan batin yang kuat akan terbangun ketika mereka lahir, karena si bayi sudah tak asing lagi dengan ayah-ibunya.

2. Menarik Minat Anak untuk Membaca

Mungkin sebagian orang mengira membacakan buku cerita hanyalah salah satu sarana untuk memberi hiburan bagi si kecil. Padahal tanpa disadari, lewat cara ini kita telah menstimulus anak untuk belajar membaca. Lewat dongeng, anak tak hanya akan belajar mengingat huruf, namun juga memahami kalimat-kalimat yang ada di dalamnya. Perlahan-lahan, keingintahuan si kecil akan muncul dan mereka pun terdorong untuk mulai belajar membaca sendiri.

Jangan bosan pula jika berulang kali mereka minta dibacakan buku dongeng yang sama, karena hal ini menandakan bahwa minat baca mereka sedang meletup-letup. Biarkan mereka mengembangkan potensinya lewat imajinasi yang mereka bangun melalui dongeng-dongeng itu.

3. Mendorong Si Kecil untuk Berani Bercerita

Anda tentu sudah tak asing dengan istilah bahwa anak adalah peniru yang ulung. Jika orangtua terbiasa memberi contoh yang baik, tentunya anak pun tak akan asing lagi dengan kebiasaan tersebut.

Dengan membangun kebiasaan mendongeng di depan anak, mereka akan terbiasa melihat kita berbicara dengan tata cara dan intonasi yang baik. Anak akan menyerap cara yang kita gunakan saat berbicara di depan mereka. Ia akan belajar cara bicara seperti apa yang dapat membuat orang tertarik untuk mendengarkan ceritanya, dan pilihan kata apa yang tepat untuk digunakan saat sedang berbicara di depan orang banyak. Dengan demikian, si kecil akan belajar untuk dapat bercerita di depan publik dengan percaya diri.

4. Mengasah Kreativitas

Dengan membacakan dongeng untuk anak-anak, kita akan terbiasa untuk ‘menyelami’ dunia yang mereka sukai, sehingga hal ini sedikit banyak akan mempengaruhi pola pikir kita dalam memahami psikologis anak dan menghadapi mereka. Manfaat lain yang tak boleh terlupakan dari mendongeng adalah kebiasaan ini akan membantu mengasah imajinasi dan kreativitas si kecil selaku pendengar. Dengan mengenal dongeng, daya imajinasi anak akan terus terasah, ia akan membayangkan tiap karakter dan tiap detail kejadian yang ada di cerita, sehingga mereka akan semakin bersemangat mengikuti dongeng-dongeng yang Anda bacakan.

Ternyata kegiatan mendongeng memberi banyak keuntungan ya? Dengan mengetahui berbagai manfaat di atas, tentunya Anda tak akan ragu lagi untuk melestarikan budaya mendongeng di masyarakat, bukan? Selamat mendongeng!

 

Sumber: http://www.iwecindonesia.com

 

 

 

Dibaca 2.437 kali



Bookmark and Share