Loading
 
Senin, 28 September 2020

Beranda   » Berita » Penulis Fiksi Perlu Banyak Dengarkan Cerita
31 Maret 2009 01:42

Penulis Fiksi Perlu Banyak Dengarkan Cerita


Penulis Fiksi Perlu Banyak Dengarkan Cerita

Yogyakarta - Penulis fiksi perlu banyak mendengarkan cerita untuk meningkatkan kualitas menulis terutama karya fiksi, kata  pengarang 30 buku asal California, Amerika Serikat (AS), Valerie Miner.

"Sejak kecil, saya sering mendengarkan cerita pengalaman ayah dan ibu, sehingga saya memahami karakter beragam orang kemudian menuangkannya ke dalam tulisan," katanya pada seminar "American Creative Writing: Forms of Fiction", di Yogyakarta, Senin.

Pada seminar yang diselenggarakan "American Corner" Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) itu, ia mengatakan, orangtuanya sering bepergian ke luar negeri karena urusan pekerjaan dan mereka sering menceritakan pengalaman yang ditemui.  "Mungkin hal itu yang membentuk saya untuk menjadi penulis," katanya.

Menurut dia, bagi sebagian orang memulai langkah untuk menulis merupakan proses yang sulit. Hal tersebut juga menjadi pengalaman universal yang sering menjadi kendala bagi para penulis pemula.

Namun kendala itu dapat disiasati dengan beragam cara. Ada banyak cara yang dapat dilakukan  para penulis untuk menyiasati kendala yang muncul saat awal menulis sebuah tulisan, salah satunya dengan membentuk grup diskusi.

Dengan grup diskusi, penulis terutama pemula dapat membagikan tulisannya kepada grup tersebut kemudian didiskusikan sehingga ada ’feedback’ yang didapat untuk perbaikan tulisan. Setelah itu, proses revisi menjadi tahapan selanjutnya untuk menghasilkan tulisan terbaik.

"Dengan banyak membaca dan bergabung bersama klub menulis serta meningkatkan intensitas untuk saling bertukar pikiran dengan penulis lain, dapat semakin memperkaya ide dalam sebuah tulisan," kata Valerie yang juga profesor di Stanford University AS.

Oleh karena itu, kata dia, mahasiswa yang memang tertarik dengan dunia tulis-menulis agar tidak ragu dalam memulai kegiatan menulis. Dengan sering menulis, orang tersebut telah berlatih dan menjadikan menulis sebagai kebiasaan.

"Bagi saya, yang paling penting dalam menulis adalah tidak takut untuk melakukan kesalahan. Dengan kesalahan diharapkan akan menjadikan tulisan lebih sempurna," katanya.

Sumber Berita: http://oase.kompas.com (31 Maret 2009)
Sumber Foto:  http://oase.kompas.com

 

Dibaca 3.329 kali



Bookmark and Share