Loading
 
Jumat, 22 September 2017

Beranda   » Berita » Kenalkan Sejarah lewat Dongeng
12 Juni 2015 04:24

Kenalkan Sejarah lewat Dongeng


Kenalkan Sejarah lewat Dongeng

Semarang, Jawa Tengah – Sekitar seratus siswa SD mengikuti kegiatan ”Tutur Cerita” di Museum Ranggawarsita Jateng, Kamis (11/6).

Mereka mendengarkan sejarah jejak-jejak Islam di Jawa Tengah lewat dongeng. Tiga cerita yang dibawakan yakni tentang Ki Ageng Pandanaran, Dugderan, dan Masjid Agung Demak.

Tiga kisah sejarah tersebut disampaikan oleh tiga pendongeng asal Semarang. Para pendongeng adalah Harjendro, Ardiansyah, dan Sudaryanto.

Harjendro yang tampil pertama membawakan kisah Ki Ageng Pandanaran. Sebelum memulai aksi, dia lebih dulu berkenalan dengan para siswa.

Harjendro kemudian mengisahkan sejarah Ki Ageng Pandanaran, lewat sudut pandang dua bocah yang berpetualang. Dua bocah itu kemudian bertemu dengan sosok yang tahu segalanya, termasuk tentang Ki Ageng Pandanaran. Kisah tentang pendiri Semarang itu menjadi lebih hidup saat diceritakan oleh Harjendro.

Tertarik

Anak-anak yang menjadi peserta juga terlihat sangat tertarik. Mereka mendengarkan cerita itu dan melihat aksi Harjendro hingga usai.

Usai Harjendro, tampil Ardiansyah dan Sudaryanto. Yang tak kalah menarik dari mereka bertiga, pada awal acara, tampil pula siswa kelas 5 SD Tegowanu Wetan 2, Kabupaten Grobogan, Tata Adelia.

Dia juga unjuk gigi dengan mendongeng, membawakan kisah Sinten lan Tansen. Tata membawakannya dengan menggunakan wayang. Ketua panitia, Suhartono, mengungkapkan, kegiatan Tutur Cerita itu merupakan kali ketiga digelar.

Peserta berasal dari SD Tajem 1 dan SD Karangpasar 1 Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan. Kegiatan itu dimaksudkan untuk menarik minat masyarakat luas terutama para siswa terhadap sejarah.

”Bentuknya lewat dongeng, sebab kami yakin anak-anak bakal lebih tertarik dengan itu. Kami hadirkan para pendongeng,” terang Suhartono.

Kepala Museum Ranggawarsita, Steve Timisela, menambahkan, dalam kegiatan kali ini pihaknya mengundang para siswa SD. Tak tertutup kemungkinan, di masa mendatang, ganti pihak museum yang akan berkunjung ke sekolah-sekolah. (H35,H71-43)

 

Sumber: http://berita.suaramerdeka.com/

 

 

Dibaca 705 kali



Bookmark and Share