Loading
 
Sabtu, 18 November 2017

Beranda   » Berita » Dulu Medongeng Adalah Cara Populer Mendidik Anak
16 Juni 2015 04:37

Dulu Medongeng Adalah Cara Populer Mendidik Anak


Dulu Medongeng Adalah Cara Populer Mendidik Anak

Unganran, Jawa Tengah - Budaya mendongeng yang dulu ampuh sebagai sarana untuk menyampaikan tata nilai adiluhung bangsa Indonesia semakin lama makin tergerus oleh budaya populer yang berasal dari budaya barat. Padahal, dongeng dan cerita rakyat itu mengandung petuah, nasihat bahkan nilai- nilai hidup khas bangsa ini.

Ketua Umum Pemuda Pelopor Nasional, Rita Widyasari mengatakan, di tengah era industrialisasi yang tidak terbendung, orangtua cenderung menghabiskan waktu untuk bekerja, sehingga lupa untuk mengajarkan pendidikan karakter bangsa, yakni dari budaya mendongeng dan bercerita. Terlebih, bercerita dan mendongeng itu adalah salah satu cara yang tak menggurui, namun tanpa sadar merupakan media pembelajaran budi pekerti yang tidak membuat bosan.

“Yakni mendongeng untuk anak- anak. Dulu mendongeng merupakan cara yang populer dalam menularkan pendidikan budi pekerti. Namun sekarang cerita-cerita impor dengan mudah mampu memikat hati si kecil," kata Bupati Kukar ini dalam acara "Indonesia Mendongeng" di panggung terbuka Candi Gedongsongo, Kabupaten Semarang, Senin (15/6/2015).

Berangkat dari keprihatinan itu, Pemuda Pelopor Nasional menggelar Gerakan Indonesia Mendongeng untuk mengembalikan kejayaan kebiasaan mendongeng. Rita berpesan agar kegiatan ini bisa dihelat di semua provinsi di tanah air.

"Sekarang ini sudah terjaring di 13 provinsi, karena kendala keterbatasan kemampuan dan sebagainya. Adapun para doger (pendongeng) ini merupakan para juara dan peserta mendongeng tingkat nasional dari berbagai daerah di tanah air," jelasnya.

Anggota DPD RI, Ajiep Padindang mengatakan, sudah saatnya mendongeng ini terintegrasi dalam kurikulum muatan lokal bagi anak di Indonesia. Sehingga akan efektif dalam membangun kembali karakter bangsa yang kian tergerus zaman.

Saat ini, lanjutnya, DPD RI juga terus mendorong RUU Perlindungan Bahasa dan Kesenaian Daerah. Karena negeri ini kaya akan cerita dan dongeng- dongeng rakyat dengan kekhasannya.

"Itulah mengapa, DPD sangat respek dengan kegiatan- kegiatan semacam ini,” tambahnya.

 

Sumber : http://regional.kompas.com

 

 

Dibaca 711 kali



Bookmark and Share