Loading
 
Jumat, 22 September 2017

Beranda   » Berita » Sekolah Al-Iman Memadukan Tahfiz Quran dan Baca Cerita
16 Juni 2015 05:14

Sekolah Al-Iman Memadukan Tahfiz Quran dan Baca Cerita


Sekolah Al-Iman Memadukan Tahfiz Quran dan Baca Cerita

Bogor, Jawa Barat -- Banyak sekolah Islam yang memberikan muatan tambahan  berupa tahfiz (hapalan) Alquran kepada para siswanya. Namun Sekolah Islam Terpadu Al-Iman lebih dari itu. Sekolah yang berlokasi  di Desa Pabuaran, Citayam, Bogor, Jawa Barat itu tidak hanya memberikan muatan tambahan berupa tahfiz Alquran untuk para siswanya.

Sekolah yang didirikan oleh KH Mawardi Labay El-Shultoni (alm) 17 tahun silam itu juga mewajibkan para guru untuk membacakan buku cerita 10 menit sebelum pelajaran dimulai.

Ketua Umum Yayasan Perguruan Al-Iman Afrizal Sinaro mengatakan, salah satu program unggulan Sekolah Islam Terpadu Al-Iman adalah guru dan murid wajib menghapal Alquran  dan membaca buku. “Hal ini bertujuan agar alumni Al-Iman cerdas berilmu dan cerdas beriman,” kata Afrizal Sinaro pada wisuda Sekolah Islam Terpadu Al-Iman di Bojongggede, Bogor, Jabar, Sabtu (13/6).

Ia mengemukakan, menghapal Alquran dilakukan setiap Senin-Rabu, sedangkan membaca buku cerita dilaksanakan setiap Kamis dan Jumat. Di sekolah-sekolah lain, biasanya tahfiz ditujukan hanya kepada para siswa. Namun di Sekolah Al-Iman, yang pertama kali harus menghapal Alquran adalah guru.

Ia mengemukakan, menghapal Alquran dilakukan setiap Senin-Rabu, sedangkan membaca buku cerita dilaksanakan setiap Kamis dan Jumat. Di sekolah-sekolah lain, biasanya tahfiz ditujukan hanya kepada para siswa. Namun di Sekolah Al-Iman, yang pertama kali harus menghapal Alquran adalah guru.

“Setelah guru dilatih tahfiz Alquran, barulah mereka mengajarkan tahfiz Alquran tersebut kepada para siswa. Hal ini berlaku untuk para guru TK, SD maupun SMP,” ujar Afrizal.

Afrizal menjelaskan, tujuan program menghapal Alquran, adalah para siswa mempunyai hapalan surah-surah atau ayat-ayat Alquran, antara lain untuk keperluan shalat. “Selain itu, tentunya sebagai bagian menumbuhkan cinta kepada Alquran yang merupakan Kitab Suci dan pegangan hidup kaum Muslimin,” ujarnya.

KH Mawardi Labay adalah seorang  ulama yang sangat peduli pendidikan. “Hal itu yang mendorong Beliau mendirikan Sekolah Islam Terpadu Al-Iman di Pabuaran, Citayam, Bogor, Jawa Barat, sejak 17 tahun lalu,” ujar Ketua Umum Yayasan Perguruan Al-Iman Afrizal Sinaro, Sabtu (13/6).

Afrizal mengungkapkan, di Sekolah Islam Terpadu Al-Iman, pelajaran Alquran dan shalat menjadi prioritas yang diberikan kepada anak didik. “Walaupun kurikulum yang dipakai adalah kurikulum Kemendikbud,” tuturnya.

Selain menghapal Alquran, para guru di Sekolah Islam Al-Iman juga harus membacakan buku cerita di hadapan murid-muridnya selama 10 menit sebelum pelajaran dimulai.  Untuk itu, para guru dilatih membacakan cerita atau mendongeng. “Membaca buku itu harus dengan suara keras, sehingga semua murid bisa mendengarnya,” tutur Afrizal.

Program membacakan buku cerita ini, kata Afrizal, terutama bertujuan untuk melatih para siswa agar gemar membaca. “Hal ini juga sejalan dengan program Mendikbud Anies Baswedan dalam rangka mendorong minat baca para siswa,” ungkapnya.

Setelah mendengarkan cerita yang dibacakan oleh guru selama sekitar 10 menit, siswa penasaran. Mereka ingin tahu kelanjutan cerita tersebut.  “Nah, guru lalu mempersilakan para siswa untuk membaca kelanjutan cerita tersebut langsung di bukunya yang berada di perpustakaan, pada jam istirahat,” paparnya.

Berbeda dengan sekolah-sekolah pada umumnya, yang perpustakaannya terpusat pada satu ruang atau bangunan khusus, perpustakaan di Sekolah Islam Al-Iman berada di tiap-tiap kelas. “Setiap kelas di Sekolah Al-Iman dilengkapi dengan perpustakaan. Bolehlah kalau disebut pojok perpustakaan,” kata Afrizal.

Buku-buku di pojok perpustakaan tersebut disesuaikan dengan usia siswa kelas tersebut masing-masing. Misalnya, siswa kelas 3 SD, maka buku-buku yang ada di pojok perpustakaan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, minat dan daya tangkap siswa kelas 3 SD.

 

Sumber: http://www.republika.co.id/

 

Dibaca 939 kali



Bookmark and Share