Loading
 
Jumat, 22 September 2017

Beranda   » Berita » Dongeng Sudah Dianggap Entertainmen yang Mengedukasi
4 Juli 2015 03:57

Dongeng Sudah Dianggap Entertainmen yang Mengedukasi


Dongeng Sudah Dianggap Entertainmen yang Mengedukasi

Surabaya - Perempuan ini di kalangan anak-anak lebih dikenal dengan nama Kak Nitnit. Meski sudah punya momongan, pemilik nama Kartikanita Widyasari ini memang lebih suka disebut ‘kakak’. Alasannya, untuk menghilangkan jarak antara dirinya dengan anak-anak itu.

Mendongeng memang sudah menjadi darah daging bagi lulusan Universitas Putra Bangsa ini. Tiada hari tanpa mendongeng, itulah aktivitas kesehariannya.

Apalagi di bulan Ramadan ini, jadwal Kak Nitnit hanya kosong di akhir pekan yang memang khusus ingin dinikmati bersama keluarganya. Tak hanya di Surabaya, kegiatan mendongeng Kak Nitnit juga sampai di beberapa kota di Jawa Timur.

“Saya bersyukur, orangtua sekarang makin sadar perlunya mendongeng bagi anak-anak,” katanya.

Menurut Kak Nitnit, mendongeng sudah dianggap salah satu bentuk entertainmen yang mengedukasi. “Bahkan tak jarang saya dapat job untuk mengisi acara ulang tahun,” ucapnya.

Di acara seperti itu, lanjut Kak Nitnit, dia sering mendapat titipan pesan dari orangtua. “Kadang orangtua pesan mengenai karakter anaknya yang sudah berkomunikasi, bersosialisasi, dan diharapkan lewat dongeng saya bisa menyentuh psikologis anak itu dan bisa berubah,” paparnya.

Kak Nitnit yang pernah jadi guru TK ini menambahkan, dirinya punya pengalaman yang menantang ketika diundang mendongeng di lingkungan pondok pesantren. Pasalnya, sebelum beraksi, pemilik pondok sudah mewanti-wanti bahwa anak asuhnya punya kendala komunikasi.

Di daerah itu, lanjut Kak Nitnit, tak banyak yang paham bahasa Indonesia, karena yang kuat bahasa daerahnya. “Nyatanya dengan bahasa campur-campur bahasa Indonesia dan bahasa Jawa yang tidak halus banget, cerita yang saya sampaikan dapat respons yang benar-benar di luar dugaan semula,” cetusnya.

Ditegaskan Kak Nitnit, sukses ‘menaklukkan’ anak penghuni pondok pesantren itu tak lepas dari kekuatan sebuah dongeng. “Karena yang penting adalah menghidupkan cerita sehingga bisa muncul dalam imajinasi mereka,” urainya.

Soal kecenderungan orangtua ikut ambil bagian dalam kegiatan mendongeng untuk anak-anaknya di rumah, Kak Nitnit menyatakan sudah banyak yang melakukan. “Sudah ada tapi masih belum banyak. Memang masih proses ya. Tapi bahwa mereka (orangtua) menganggap dongeng itu penting buat anak itu sudah bagus,” ujarnya.

Ditambahkan pula, orangtua sudah menganggap dongeng bisa digunakan sebagai sarana pendekatan pada anak. Bisa jadi sarana untuk ngobrol dengan anak. Tinggal pembiasaan saja kok,” pungkasnya.

Sumber: http://surabaya.tribunnews.com/

 

Dibaca 755 kali



Bookmark and Share