Loading
 
Rabu, 13 Desember 2017

Beranda   » Berita » Ratusan Guru Belajar Mendongeng
16 September 2015 08:28

Ratusan Guru Belajar Mendongeng


Ratusan Guru Belajar Mendongeng
Pendongeng nasional, Awam Prakoso memberikan pelatihan mendongeng pada ratusan guru PAUD/TK, di Perpusda Provinsi Sumsel.

Palembang, Sumsel - Sekitar 250 peserta yang merupakan guru PAUD/TK dan mahasiswa begitu antusias mengikuti pelatihan Teknik Mendongeng dan Berce rita yang menghadirkan pendo ngeng Nasional Awam Prakoso, kemarin.

Pendiri Yayasan Az-Zahra, Susilawati menuturkan, sebenarnya teknik mendongeng dan bercerita yang baik itu sangat membantu para guru bahkan orang tua sebagai sarana mendidik dan membentuk karakter anak. “Awalnya memang banyak yang menyangka mendongeng itu sulit, lewat pelatihan ini mudah-mudahan para guru bisa cepat memahami dan rutin mem praktekkannya di sekolah,” ujar Susilawati, saat kegiatan, di aula Perpustakaan Daerah (Perpusda) Provinsi Sumatera Selatan (Sum sel), kemarin.

Dia menuturkan, lewat dongeng dan cerita yang disampaikan dengan cara yang menarik lambat laun mudah mengubah karakter anak lebih baik, meningkatkan kesadaran anak, dan mendorong daya imajinasi anak. Acap kali, contoh baik akan mudah dipahami oleh anak-anak lewat dongeng atau cerita. Sebab, dari dongeng yang disampaikan akan ditelaah nilai kebaikan.

“Misalkan kita mendongeng tentang hewan yang membuang sampah sembarangan, monyet membuang kulit pisang tidak pada tempatnya, dan dongeng lainnya. Mereka mudah paham bahwa buang sampah sembarangan itu tidak baik,” kata dia. Wanita yang akrab disapa umi Susi ini menuturkan, lewat sastra dongeng dan cerita dapat lebih konkrit untuk mencapai dua aspek pada anak-anak.

Pertama, jelas Susi, bisa merubah atau membentuk karakter anak, meningkatkan kecerdasan emosi dan spiritual. Selain itu memperkuat cara berpikir dan daya imajinasi sang anak. “Lewat dongeng dan cerita juga, cepat mendorong atau menumbuhkan minat membaca pada anak. Karena kadang ada anak yang tak gemar membaca, namun setelah mendengar dongeng atau membaca dongeng meningkatkan rasa keingintahuan dan gemar membaca,” imbuhnya. Sementara itu, Pendongeng Nasional Awam Prakoso mengatakan, masih banyak guru yang belum piawai bercerita, padahal itu menjadi salah satu keterampilan dalam mengajar.

Peningkatan kualitas guru, jelas Awam, tak hanya didapat melalui ruang formal saja namun dapat melalui pelatihan-pelatihan peningkatan kualitas guru. “Pentingnya belajar metode bercerita ini adalah agar apa yang disajikan dapat lebih menarik sehingga anak-anak dengan mudah mengikuti alur cerita dan labih jauh dapat menerima pesan yang kita sampaikan lewat dongeng dan cerita,” kata Dewan Pembina Kampung Dongeng tersebut.

Dia menambahkan, seorang guru sebelum memulai aksi berceri tanya perlu berlatih dengan rutin agar memiliki kemampuan yang baik. Seperti olah vokal, olah ekspresi, olah tubuh, olah media, olah komunikasi dan bahasa, dan lainnya. “Selain dengan musik atau lagu, juga bisa menggunakan alat peraga seperti boneka, buku, papan panel, wayang, dan lainnya. Saat bercerita pun perlu dibangun suasana akrab, misal dengan tebak-tebakan yang segar dan menghibur, nyanyian lagu ringan, dan ajak anak melatih kekompakan,” pungkasnya.

Sumber:  http://www.koran-sindo.com

Dibaca 1.031 kali



Bookmark and Share